BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Sejak berabad-abad yang lalu Islam telah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi ilmu pengetahuan. Hal ini terbukti dari banyaknya ilmuwan-ilmuwan besar Islam yang lahir pada masa itu, yang sampai pada saat ini buku-buku hasil karyanya dijadikan referensi ilmu pengetahuan modern.
Tetapi hal yang kontradiktif terjadi pada era saat ini, dimana umat Islam tertinggal jauh dari umat-umat yang lain dalam hal ilmu pengetahuan. Tekhnologi yang saat ini semakin berkembang dengan cepat dan pesat merupakan produk dari umat non Islam, sehingga bisa kita ambil sebuah kesimpulan pada era saat ini umat Islam hanya sebagai konsumen atau pemakai saja.
Sudah saatnya umat Islam bangun dari tidur panjangnya. Ilmu pengetahuan sebagai kunci untuk mendunia harus dikuasai. Sudah saatnya umat Islam menjadi produsen dan tidak lagi menjadi konsumen.
RUMUSAN MASALAH
Untuk sebagai pisau analisa latar belakang di atas maka penulis merumuskan sebuah masalah yaitu "bagaimana hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan?"
BAB II
PEMBAHASAN
Kewajiban Menuntut Ilmu
" Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan " (surat al-Alaq ayat 1)
Manusia adalah makhluk yang paling baik asal kejadiannya,
"Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya " (QS. At-Tiin:4).
Selain itu manusia adalah makhluk yang paling mulia,
" Dan Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam " (QS.Isra' : 70).
Dari ayat-ayat diatas nampak bahwa manusia telah diperlengkapi dengan akal, maka hendaknya manusia itu bisa memahmi bahwa akal itu adalah anugerah dari Allah. Akal merupakan pembeda antara manusia dengan hewan. Akal adalah alat tertinggi dari jiwa manusia untuk mengerti, menerima, mengolah dan merumuskan segala yang ditemuinya dan dihadapinya dalam hidup ini.
Akal yang mampu untuk mengerti, menerima, mengolah dan merumuskan maslah-masaah tertentu ialah akal yang telah dikembangkan dan dilatih sedemiian rupa dengan bermacam-macam ilmu pengetahuan. Guna ilmu pengetahuan ialah untuk mengenal Allah. Segala pekerjaan dari yang kecil sampai yang besar tidak dapat dilakukan dengan teratur dan sempurna melainkan dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengannya.
Perintah Belajar dan Mengajar
Menurut sabda Rasulullah dari Ibnu Mas'ud, ilmu-ilmu yang wajib dipelajari dan dijarkan antara lain:
Semua ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan agama.
Ilmu yang difardhukan (diwajibkan) untuk dipelajari untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain, yang termasuk didalamnya adalah mempelajari tekhnologi (seperti komputer, internet dan lain sebagainya)
Ilmu yang berhubungan khusus dengan al-Qur'an.
Untuk belajar dan mengajarkan ketiga hal diatas, tekhnologi juga memiliki peran yang cukup penting. Karena dengan adanya tekhnologi yang semakin berkembang seperti saat ini, maka proses belajar mengajar jiga semakin mudah dan tanpa ada batas, karena belajar itu anytime dan anywhere.
Salah satu contoh pemanfaatan tekhnologinya adalah untuk mempelajari al-Qur'an, dalam hal ini ada software yang dikenal dengan al-Qur''an digital, melalui software ini kita bisa mempelajari al-Qur'an dengan lebih mudah. Kita tinggal menulis tema atau kata apa yang hendak kita cari, kemudian secara otomatis sofware tersebut akan mencari semua hal yang berkaitan dengan tema atau kata yang kita inginkan.
Gambar 1.1. Tampilan al-Qur'an Digital Versi 2.0
Gambar 1.2 Contoh Pencarian Tema Shalat
Islam juga menganjurkan agar alat berpikir kita yang telah dikaruniakan Allah berupa , akal. Ilmu dan panca indera ini dimanfaatkan semaksimal mungkin. Jika ketiga hal tersebut bisa berjalan dengan serasi dan dinamis, dan umat Islam bisa memanfaatkannya maka bisa dipastikan ilmu pengetahun, dalam hal ini penguasaan tekhnologi akan bisa kia genggam.
Allah Sangat Menghargai Orang Yang Berilmu
Allah sebagai Sang Kholik telah memberikan sebuah reward kepada siapa saja orang yang beriman dan berilmu, yaitu akan meninggikannya beberapa derajat. Derajat disini ditafsirkan wibawa, artinya orang yang beriman dan berilmu akan dinaikan wibawanya dimata manusia dan disisi Allah akan ditempatkan di tempat yang mulia. Sesuai firmannya:
"niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (QS. Al-Mujadallah : 11).
Dari ayat ditas bisa kita ambil intisarinya yaitu, orang yang beriman dan memiliki ilmu yang tinggi maka derajat atau wibawanya sangatlah tinggi. Bila umat Islam hanya beriman saja tapi tidak berilmu maka Allah tidak akan memuliakannya, sebaliknya bila umat Islam hanya berilmu saja tanpa adanya iman dalam hati maka Allah tidak akan meninggikan derajatnya.
Oleh karena itu bila kita umat Islam ingin dihormati oleh agama lain maka kita harus beriman dan berilmu. Iman dan ilmu adalah harga mati bagi kita umat Islam
Allah Sangat Mencela Orang Yang Bodoh
Sebaliknya Allah sangat membenci bahkan mencela orang-orang yang bodoh yang tidak berilmu, atau bisa ditafsirkan orang bodoh disini bukan saja tidak berilmu tapi juga tidak mau membuka diri untuk belajar ilmu pengetahuan yang semakin berkembang. Sesuai firman Allah:
"Sesungguhnya makhluk)yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun" (QS. Al-Anfaal : 22).
Maksud makhluk disini sangat luas. Bisa diartikan binatang bisa juga diartikan manusia. Artinya manusia yang paling buruk di sisi Allah ialah yang tidak mau mendengar, menuturkan dan memahami kebenaran. Trmasuk di dalamnya tidak mau membuka diri tidak mau belajar perkembangan tekhnologi yang menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan hidup didunia.
BAB III
PENUTUP
Dari analisa yang telah penulis paparkan di atas nampak bahwa Islam dan ilmu pengetahuan adalah seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya seiring sejalan, saling mendukung satu dengan yang lainnya. Artnmya seseorang yang menyatakan dirinya Islam dan beriman tapi belum berilmu belum bisa dikatakan sempurna ke-Islamannya.
Sebaliknya bila seseorang hanya berilmu tapi tidak beriman tidak akan ada gunanya ilmu itu baginya di akhirat kelak. Jadi kita sebagai umat Islam wajib beriman dan berilmu. Kewajiban menuntut ilmu itu berakhir bila kita sudah meninggal dunia, sesuai sabda Rasulullah " tuntutlah ilmu mulai dari kandungan sampai dengan liang kubur".
Akhirnya marilah kita pelajari ilmu pengetahuan yang salah satu diantaranya adalah tekhnologi yang semakin hari semakin berkembang ini dengan penuh keikhlasan dan kita manfaatkan untuk memajukan dunia pendidikan kita sekaligus memajukan agama kita.